F1 adalah motorsport tertinggi, dengan mobil yang bisa melaju lebih dari 300 km/jam.

Di balik panggung yang terlihat glamor, para pembalap berada dalam lingkungan yang sangat ekstrem.

Lalu muncul satu pertanyaan yang sangat manusiawi.

Bagaimana kalau pembalap ingin ke toilet saat balapan?

Kali ini, kita akan melihat sisi belakang layar F1 yang jarang dibahas, mulai dari urusan toilet, kondisi tubuh yang memburuk, sampai bersin saat berada di dalam mobil.

Kasus 1: Kalau ingin ke toilet saat balapan

Tentu saja, tidak ada toilet di dalam mobil F1.

Pembalap biasanya sudah menyelesaikannya sebelum balapan.
Itu adalah persiapan dasar.

Selain itu, kokpit mobil F1 bisa menjadi sangat panas.
Dalam kondisi ekstrem, suhu yang dirasakan di kokpit bisa mendekati 50°C, dan di balapan seperti Singapura, pembalap dapat kehilangan 2,5 hingga 4 kg cairan tubuh.

Karena begitu banyak cairan keluar lewat keringat, pembalap biasanya tidak terlalu merasakan dorongan kuat untuk buang air kecil selama balapan.

Namun, ada pengecualian.

Beberapa pembalap pernah mengakui bahwa mereka melakukannya langsung di dalam mobil.
Lewis Hamilton pernah mengatakan bahwa ia satu kali harus melakukannya di Grand Prix Singapura, dan Michael Schumacher juga pernah disebut dalam laporan terkait cerita serupa.

Pada akhirnya, semua tergantung pembalapnya.

Ada yang menahan.
Ada juga yang menerima situasinya dan tetap melanjutkan balapan.

Kasus 2: Kalau kondisi tubuh memburuk

Walaupun pembalap merasa tidak enak badan, balapan tidak akan menunggu.

Banyak pembalap akan tetap berusaha menyelesaikan lomba selama mereka merasa masih bisa mengemudi dengan aman.

Namun F1 modern lebih menekankan keselamatan dibanding masa lalu.
Jika tim atau staf medis menilai bahwa melanjutkan balapan berbahaya, mereka bisa memutuskan untuk tidak membiarkan pembalap terus melaju.

Dalam sejarah, ada banyak cerita tentang pembalap yang tetap bertarung dalam kondisi fisik ekstrem.

Pembalap Jepang Ukyo Katayama juga sering disebut sebagai salah satu pembalap yang pernah terus mengemudi dalam kondisi tubuh yang kurang baik.
Ia dikisahkan tetap menghadapi balapan Grand Prix Meksiko 1992 dalam kondisi yang sangat sulit.

Contoh terkenal lainnya adalah Nigel Mansell di Grand Prix Dallas 1984.

Balapan itu berlangsung dalam panas yang sangat berat.
Mobil Lotus Mansell berhenti pada lap terakhir, lalu ia mencoba mendorong mobilnya menuju garis finis.
Namun ia akhirnya tumbang karena panas dan kelelahan. Formula 1 juga pernah menampilkan momen terkenal ini dalam konten arsipnya.

Kasus 3: Apakah pembalap bersin saat balapan?

Sebagian orang mungkin bertanya,
“Bukankah berbahaya kalau bersin saat melaju 300 km/jam?”

Dalam kenyataannya, banyak pembalap mengatakan bahwa mereka hampir tidak pernah bersin saat balapan.

Salah satu alasannya mungkin adalah tingkat konsentrasi yang ekstrem.
Detak jantung tinggi, adrenalin mengalir, dan tubuh sepenuhnya fokus pada balapan.

Selain itu, udara di dalam helm juga terkontrol dan tersaring sampai batas tertentu, sehingga pemicu iritasi mungkin lebih sedikit daripada dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, bersin di dalam mobil F1 bukan hal yang mustahil.

Pada FP1 Grand Prix Hungaria 2022, Sergio Perez terdengar beberapa kali bersin lewat radio tim.
Laporan sesi Formula 1 juga mencatat bahwa Perez mengatakan ia memiliki “sedikit alergi di tempat ini.”

Jadi, hal itu memang bisa terjadi.
Namun saat race utama, kasus seperti ini tampaknya sangat jarang.

Pembalap F1 tidak bisa begitu saja pergi ke toilet saat balapan.
Mereka juga bisa harus menghadapi kondisi tubuh yang buruk, dan berada dalam tingkat konsentrasi yang begitu tinggi sampai bersin pun hampir tidak terjadi.

Itulah salah satu bukti betapa ekstremnya Formula 1.

Dan kondisi ekstrem ini juga berhubungan dengan salah satu ciri khas F1 lainnya.

Yaitu: mengapa menyalip tidak mudah.

Dalam F1, jalannya balapan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pembalap.
Struktur mobil, kondisi ban, aliran udara, dan dirty air juga sangat memengaruhi jalannya lomba.

Begitu kita memahami sisi manusiawi di dalam kokpit, Formula 1 akan terlihat lebih menarik.